MAN 1 Musi Banyuasin Opini Hijrah Masa Pandemi Covid-19 dalam Semangat Kemerdekaan

Hijrah Masa Pandemi Covid-19 dalam Semangat Kemerdekaan

Oleh: Muhammad Yamin, S.Pd., M.Pd. (Guru Kimia MAN 1 Musi Banyuasin)

Masih dalam suasana tahun baru Islam, umat Islam kembali menjalankan pergantian tahun baru tersebut di tengah pandemi Covid-19. Imbauan merayakannya adalah dalam kesederhanaan, bersyukur dan bermuhasabah merenungi kondisi yang telah terjadi di masa lalu, serta senantiasa selalu mendekatkan diri kepada sang Khalik dengan terus berdo’a, agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu di bumi Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya.

Masalah yang dihadapi saat ini adalah, masih dalam mengkondisikan bagaimana usaha maksimal kita untuk keluar dari pandemi Covid-19, yang merupakan ujian berat yang harus dilewati. Pandemi Covid-19 ini membuat kita berfikir lebih jernih lagi untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kita dapat melihat dan memahami peristiwa Hijrah dalam menyelesaikan masa pandemi ini dengan baik dan benar, terutama dalam mengisi semangat Kemerdekaan.

Dengan semangat kemerdekaan ini, sebagai masyarakat kita harus memahami hijrah sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Secara lebih luas, hijrah diartikan sebagai proses pindah tempat, proses berpindah dari pribadi yang kurang saleh-salehah menjadi pribadi yang saleh dan solehah. Dari karakter yang kurang baik menjadi karakter yang baik dan ber-akhlakul karimah. Dari yang dahulu jarang salat akhirnya berubah menjadi salat lima waktu. Dari yang tercela menjadi yang terpuji, dari yang dahulu menerapkan hidup kurang teratur, tidak bersih ataupun menerapkan hidup kurang sehat  menjadi hidup yang mengarah ke arah yang lebih baik dan layak. Terutama hidup dalam bermasyarakat, atau dapat dikatakan secara sederhana bahwa hijrah itu berpindah dari yang kurang baik menjadi baik. Jadi, dalam semangat mengisi kemerdekaan, kita dituntut untuk hijrah ke arah yang lebih merdeka, dalam berbagai bidang kehidupan. Merdeka dalam artian mampu mengatasi keadaan pandemi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah An Nisa: 100, yang artinya:

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya amalan itu tergantung dengan niatnya, dan sesungguhnya ia akan mendapatkan sesuatu yang diniatkannya, barang siapa hijrahnya untuk Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rosul-Nya, dan barang siapa hijrahnya untuk memperoleh dunia atau seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya.”

Pada tahun ini, dua peristiwa yaitu hijrah dan yang bertepatan dengan bulan  kemerdekaan. Bulan kemerdekaan ini menjadi tolak ukur kita untuk merdeka dalam melawan dan mengatasi pandemi Covid-19. Walaupun situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang berjuang untuk keluar dari pandemi Covid-19, maka merdeka dapat diartikan suatu proses ketika seseorang dan masyarakat masih diberi kesempatan untuk bernafas dan tidak  berstatus sebagai pasien Covid-19. Sementara itu, merdeka juga merupakan suatu kondisi seseorang dan masyarakat yang sehat, yang dikelilingi oleh orang-orang tercinta dan selalu mendapatkan dorongan serta do’a untuk agama dan bangsa. Dalam meraih kemerdekaan, masyarakat harus berhijrah dengan cara meninggalkan pola hidup yang kurang baik menjadi pola hidup lebih baik menuju kebiasaan baru, yaitu selalu tertib dalam menjaga kesehatan. Nilai yang kurang bermakna dalam memperingati hari kemerdekaan, yaitu jika kita tidak mampu menerapkan hikmah hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah merupakan sebuah strategi perjuangan untuk membuktikan kesuksesan, dan sanggup dalam menerapkan arti kemerdekaan tersebut. Demikian, semoga wabah pandemi ini segera diatasi, sehingga selalu melahirkan inspirasi baru untuk diri kita, masyarakat, agama, dan bangsa Indonesia demi kemajuan di masa yang akan datang. Merdeka !.

Share
41 Likes

Author: admin