MAN 1 Musi Banyuasin Berita Apel Literasi Rutin, MAN 1 Musi Banyuasin Dorong Semangat Membaca Peserta Didik

Apel Literasi Rutin, MAN 1 Musi Banyuasin Dorong Semangat Membaca Peserta Didik

Sekayu, (Mansa Muba) — Dalam upaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi di lingkungan madrasah, MAN 1 Musi Banyuasin kembali melaksanakan kegiatan Apel Literasi Rutin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik serta beberapa dewan guru dan berlangsung di lapangan MAN 1 Musi Banyuasin. Kamis, (20/08/2026). Kegiatan literasi dipimpin oleh Dania Septia Ningrum dan Nurman Prayogo selaku Duta Literasi MAN 1 Musi Banyuasin. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, peserta didik diberikan kesempatan untuk membaca, memahami, serta menyampaikan kembali isi buku yang telah mereka baca.

Pada kegiatan kali ini, sesi resensi buku diisi oleh perwakilan kelas XI.E yang mengangkat novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye. Novel tersebut menceritakan kehidupan seorang anak bernama Eliana yang dikenal sebagai sosok pemberani, tegas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.

Dalam resensi yang disampaikan, peserta didik menjelaskan bahwa Eliana bersama keluarga dan teman-temannya menghadapi berbagai persoalan yang menguji keberanian, persahabatan, serta rasa keadilan. Kisah tersebut memberikan pesan tentang pentingnya keberanian dalam membela kebenaran, menjaga lingkungan, dan saling membantu dalam menghadapi berbagai persoalan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan jurnal atau resensi buku oleh dua peserta didik. Salah satunya adalah Mawar Juniarti dari kelas XII.E yang meresensikan buku berjudul Berdebat di Atas Tanduk.

Dalam penyampaiannya, Mawar menjelaskan bahwa Berdebat di Atas Tanduk mengangkat kisah tentang perdebatan antartokoh yang memiliki perbedaan pendapat dan sudut pandang. Melalui berbagai persoalan yang dihadapi, para tokoh berusaha mempertahankan pendapat masing-masing.

📖
Nilai Literasi

Resensi tersebut juga menyoroti sejumlah nilai yang dapat dipetik dari cerita, di antaranya keberanian dalam menyampaikan pendapat, kemampuan berpikir kritis, serta pentingnya menghargai pandangan orang lain. Perbedaan pendapat tidak semestinya menjadi alasan untuk bermusuhan, melainkan dapat menjadi kesempatan untuk belajar memahami perspektif yang berbeda.

Kegiatan Apel Literasi berlangsung dengan tertib dan mendapat perhatian dari peserta didik. Melalui kegiatan membaca dan menyampaikan resensi, peserta didik tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga dilatih untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta berkomunikasi di depan orang lain. Setelah kegiatan literasi selesai, peserta didik diarahkan untuk kembali ke kelas masing-masing guna mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Melalui pelaksanaan Apel Literasi secara rutin, MAN 1 Musi Banyuasin terus berupaya membangun budaya membaca di lingkungan madrasah serta mendorong peserta didik menjadi generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, mampu berpikir kritis, dan percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

(TSJMANSAMUBA)
Share
2 Likes

Author: masykur