Upacara Bendera MAN 1 Musi Banyuasin, Pembina Upacara Tekankan Bijak Menggunakan AI dalam Pembelajaran
Amanat upacara mengajak peserta didik memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai alat bantu belajar tanpa menghilangkan proses berpikir mandiri.
Sekayu, Mansa Muba β 14/09/2026
MAN 1 Musi Banyuasin kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (14/09/2026) di lapangan madrasah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib serta diikuti oleh Kepala MAN 1 Musi Banyuasin, Muhammad Yamin, tenaga pendidik dan kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII.
XI.H Bertugas dalam Upacara
Pelaksanaan upacara kali ini melibatkan peserta didik kelas XI.H sebagai petugas upacara. Sementara itu, Khairun Nisak selaku wali kelas XI.H dipercaya bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
AI sebagai Alat Bantu dalam Pembelajaran
Dalam amanatnya, Khairun Nisak menyoroti penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan peserta didik, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
AI dapat dimanfaatkan peserta didik sebagai alat bantu untuk mencari informasi, memahami materi pelajaran, menemukan referensi, maupun membantu menyelesaikan tugas. Namun, informasi yang diperoleh tetap perlu dipelajari dan dipahami kembali.
βDi zaman sekarang, penggunaan AI dapat membantu kita dalam mencari informasi dan menyelesaikan berbagai tugas. Walaupun kita tidak memiliki buku atau sumber belajar yang lengkap, tidak masalah jika kita menggunakan AI sebagai alat bantu. Namun, informasi dari AI tetap harus kita pelajari dan pahami kembali.β
β Khairun Nisak, Pembina UpacaraTeknologi Tidak Menggantikan Proses Berpikir
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemudahan yang diberikan teknologi tidak boleh membuat peserta didik kehilangan kesempatan untuk berpikir secara mandiri. Jawaban atau informasi yang dihasilkan AI tidak seharusnya langsung diterima begitu saja, melainkan perlu dibaca, dipahami, dan dipertimbangkan kembali kebenarannya.
Peserta didik diimbau untuk mengolah informasi yang diperoleh dari AI dengan pemahaman sendiri. Hal tersebut penting agar proses pembelajaran tetap membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan dalam menyampaikan gagasan.
βSetelah itu, gunakan bahasa sendiri ketika menyampaikan atau menuliskannya. Jadi, AI sebaiknya digunakan sebagai alat untuk membantu belajar, bukan untuk menggantikan proses berpikir dan belajar kita.β
β Khairun Nisak, Pembina UpacaraAI, Etika, dan Tanggung Jawab
Amanat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu diimbangi dengan etika, tanggung jawab, sikap kritis, dan kemandirian.
Peserta didik diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi sebagai sarana yang mendukung peningkatan kualitas belajar.
Melalui kegiatan upacara bendera, MAN 1 Musi Banyuasin tidak hanya menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kembali Mengikuti KBM
Usai upacara, seluruh peserta didik kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai jadwal yang telah ditentukan.
