Sekayu, (Mansa Muba) — MAN 1 Musi Banyuasin kembali melaksanakan kegiatan Literasi Rutin yang berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas. Kegiatan yang dipandu oleh Duta Literasi MAN 1 Musi Banyuasin ini dilaksanakan di lapangan madrasah. Kamis, (23/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik beserta dewan guru.
Pada pelaksanaan literasi kali ini, peserta didik kelas XI.H mendapat kesempatan untuk menampilkan interpretasi literasi dengan mengangkat kisah inspiratif berjudul “Nilai Bukan Segalanya”, yang diadaptasi dari buku Empati. Melalui penampilan tersebut, peserta didik menyampaikan pesan bahwa nilai akademik bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
Kisah tersebut menceritakan seorang peserta didik yang memperoleh nilai rendah sehingga menjadi bahan ejekan teman-temannya. Namun, di balik hasil tersebut terdapat alasan yang tidak diketahui banyak orang, yaitu kondisi orang tuanya yang sedang sakit sehingga membuatnya sulit berkonsentrasi saat belajar. Berkat kepedulian dan dukungan dari teman-temannya, ia kembali bersemangat untuk belajar hingga akhirnya berhasil meningkatkan prestasi akademiknya. Cerita ini mengajarkan pentingnya sikap empati, kepedulian, dan saling mendukung tanpa mudah menghakimi orang lain.
Usai penampilan interpretasi literasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis serta mengasah pemahaman peserta didik terhadap pesan moral yang terkandung dalam cerita. Selanjutnya, Duta Literasi bersama Koordinator Literasi memberikan arahan mengenai pelaksanaan kegiatan literasi berikutnya agar program dapat terus berjalan secara optimal.
Kegiatan ditutup dengan pengucapan Salam Literasi yang diikuti seluruh peserta didik dengan penuh semangat sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun budaya membaca dan belajar di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan literasi rutin ini, MAN 1 Musi Banyuasin berharap budaya membaca, kemampuan berbahasa, kreativitas, serta karakter positif peserta didik terus berkembang. Selain itu, nilai-nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai yang disampaikan melalui interpretasi literasi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.
(TSJMANSAMUBA)
