Sekayu, (Mansa Muba) — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), MAN 1 Musi Banyuasin menggelar upacara bendera yang berlangsung tertib dan penuh khidmat. Senin, (04/05/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan madrasah dan diikuti oleh jajaran satuan kerja (satker) Kementerian Agama Kabupaten Musi Banyuasin, dewan guru, staf tata usaha, serta seluruh peserta didik kelas X dan XI.
Bertindak sebagai pembina upacara, Komarindang selaku Kepala Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Banyuasin turut hadir dan memberikan amanat kepada seluruh peserta.
Peringatan Hardiknas tahun ini terasa istimewa. Seluruh peserta upacara, baik guru maupun siswa, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman busana tersebut menciptakan suasana yang semarak sekaligus mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar berkat kesiapan petugas upacara yang menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Komarindang menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum penting
untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan.
“Hari Pendidikan Nasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan peran pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. Pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, tanggung jawab, dan empati,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi era keterbukaan informasi, serta mengajak peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh dan menghormati peran guru.
“Guru memiliki peran mulia dalam mencetak generasi berkualitas. Oleh karena itu, dedikasi mereka sudah sepatutnya dihargai. Mari jadikan Hardiknas sebagai komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, demi terwujudnya generasi yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Melalui penggunaan pakaian adat, diharapkan tumbuh rasa cinta tanah air serta semangat persatuan di kalangan peserta didik.
Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar dunia pendidikan di Indonesia terus maju dan berkembang. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman kostum terbaik yang dibagi dalam empat kategori, yaitu guru, staf, siswa, dan siswi. Adapun pemenangnya adalah Hj. Martalistiana dan Desi untuk kategori guru dan staf, serta Raka (kelas XI.H) dan Salsabila (kelas X.G) untuk kategori siswa dan siswi.
(TSJMANSAMUBA)
