Berita Madrasah · Mansa Muba
Perkenalkan Batik Gambo Khas Muba di Ajang IES 2026, Ketua DWP dan Guru Ekonomi Bergabung dalam Rombongan Kanwil Kemenag Sumsel
Fatmawati dan Yosa Meriza turut mendukung promosi batik Gambo khas Musi Banyuasin dalam Indonesia Ekonomi Syariah 2026 Forum & Expo di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Jakarta, Mansa Muba —
Kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Musi Banyuasin turut diperkenalkan dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta.
DWP dan Guru MAN 1 Muba Dukung Promosi Produk Lokal
Dalam kegiatan berskala nasional tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Musi Banyuasin, Fatmawati, bersama guru ekonomi MAN 1 Muba, Yosa Meriza, turut bergabung dalam rombongan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung penyelenggaraan stand pameran sekaligus memperkenalkan salah satu produk unggulan daerah, yakni batik Gambo khas Musi Banyuasin.
Batik Gambo, Perpaduan Budaya dan Kepedulian Lingkungan
Batik Gambo merupakan salah satu kekayaan budaya sekaligus produk ekonomi kreatif kebanggaan masyarakat Musi Banyuasin. Keunikan batik ini terletak pada pemanfaatan limbah getah gambir sebagai bahan pewarna alami.
Inovasi tersebut menjadikan batik Gambo tidak hanya memiliki nilai estetika dan identitas budaya daerah, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Memperluas Pengenalan Potensi Lokal Musi Banyuasin
Kehadiran Fatmawati dan Yosa Meriza dalam rombongan Kanwil Kemenag Sumsel menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal Musi Banyuasin kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui stand pameran tersebut, batik Gambo diperkenalkan sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai budaya, kreativitas, serta peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Partisipasi ini juga menjadi pengalaman berharga bagi keduanya untuk mengenal lebih jauh perkembangan ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi umat, dan peluang pengembangan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
IES 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Ekonomi Syariah
IES 2026 mengangkat tema “Meeting Point Ekonomi Syariah Indonesia” dan menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, UMKM, lembaga keuangan syariah, hingga masyarakat. Berbagai agenda pameran dan forum edukatif dihadirkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta membuka peluang kolaborasi antardaerah.
Keikutsertaan unsur DWP dan tenaga pendidik MAN 1 Muba dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa madrasah dapat mengambil peran dalam mendukung promosi potensi daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Batik Gambo Diharapkan Semakin Dikenal Luas
Melalui momentum IES 2026, diharapkan batik Gambo semakin dikenal luas sebagai identitas kebanggaan Musi Banyuasin sekaligus produk ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengenalan batik Gambo di ajang nasional menjadi salah satu langkah untuk memperluas apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Musi Banyuasin.

