Nobar Film G30S/PKI, Siswa Kelas Jauh MAN 1 Muba Sungai Lilin Belajar Sejarah dan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan
Pemanfaatan film sebagai media pembelajaran kontekstual untuk mengenal sejarah, berdiskusi secara kritis, dan memperkuat wawasan kebangsaan peserta didik.
Siswa Kelas Jauh MAN 1 Musi Banyuasin di Sungai Lilin mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI sebagai bagian dari kegiatan penguatan wawasan sejarah dan kebangsaan bagi peserta didik.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Kelas Jauh MAN 1 Musi Banyuasin, Sungai Lilin, tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan penuh perhatian. Para siswa mengikuti pemutaran film sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memahami salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Film sebagai Media Pembelajaran Kontekstual
Kegiatan nobar tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas menonton film, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenal sejarah, memahami nilai persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan sikap menghargai perjuangan dan kehidupan berbangsa.
Wawasan Sejarah
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk mengenal peristiwa sejarah Indonesia melalui media audiovisual.
Berpikir Kritis
Siswa diarahkan untuk memahami perbedaan antara fakta sejarah, interpretasi, dan penggambaran sebuah peristiwa dalam film.
Semangat Kebangsaan
Kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman tentang persatuan, kerukunan, dan kehidupan berbangsa.
Mendorong Siswa Memahami Sejarah Secara Kritis
Guru pendamping memberikan penguatan kepada siswa agar film yang disaksikan tidak diterima secara pasif, tetapi menjadi bahan untuk berdiskusi dan memahami sejarah secara kritis.
Siswa juga diarahkan untuk membedakan antara fakta sejarah, interpretasi, dan penggambaran sebuah peristiwa dalam sebuah film. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa melihat media audiovisual sebagai salah satu sumber pembelajaran yang tetap perlu dipahami secara kritis dan kontekstual.
โKegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Selain mengenal sejarah, mereka juga diajak mengambil nilai-nilai positif berupa pentingnya persatuan, menjaga kerukunan, dan menghargai keberagaman,โ ujar guru pendamping kegiatan.
Belajar melalui Pengalaman Edukatif
Pemanfaatan film sebagai media pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret. Terlebih bagi siswa Kelas Jauh MAN 1 Musi Banyuasin Sungai Lilin, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya madrasah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai pengalaman edukatif.
- Mengenal sejarah melalui media pembelajaran yang kontekstual.
- Menumbuhkan kemampuan berdiskusi dan menyampaikan pandangan.
- Memahami pentingnya persatuan dan kerukunan.
- Mengembangkan sikap kritis dalam memahami informasi sejarah.
- Menumbuhkan semangat kebangsaan dan menghargai keberagaman.
Diskusi dan Refleksi Siswa
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian refleksi. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pemahaman dan pandangan mereka terhadap film yang telah ditonton, dengan tetap mendapatkan pendampingan dari guru.
Melalui proses tersebut, kegiatan nobar tidak berhenti pada pemutaran film, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan pengalaman belajar melalui diskusi, refleksi, dan penguatan nilai-nilai yang relevan bagi kehidupan peserta didik.
