Minggu, 1 November 2026

Perkenalkan Batik Gambo Khas Muba di Ajang IES 2026, Ketua DWP dan Guru Ekonomi Bergabung dalam Rombongan Kanwil Kemenag Sumsel

Berita Madrasah · Mansa Muba

Perkenalkan Batik Gambo Khas Muba di Ajang IES 2026, Ketua DWP dan Guru Ekonomi Bergabung dalam Rombongan Kanwil Kemenag Sumsel

Fatmawati dan Yosa Meriza turut mendukung promosi batik Gambo khas Musi Banyuasin dalam Indonesia Ekonomi Syariah 2026 Forum & Expo di Masjid Istiqlal, Jakarta.

30 Oktober–1 November 2026 Jakarta Budaya dan Ekonomi Kreatif

Kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Musi Banyuasin turut diperkenalkan dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta.

DWP dan Guru MAN 1 Muba Dukung Promosi Produk Lokal

Dalam kegiatan berskala nasional tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Musi Banyuasin, Fatmawati, bersama guru ekonomi MAN 1 Muba, Yosa Meriza, turut bergabung dalam rombongan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung penyelenggaraan stand pameran sekaligus memperkenalkan salah satu produk unggulan daerah, yakni batik Gambo khas Musi Banyuasin.

Batik Gambo, Perpaduan Budaya dan Kepedulian Lingkungan

Batik Gambo merupakan salah satu kekayaan budaya sekaligus produk ekonomi kreatif kebanggaan masyarakat Musi Banyuasin. Keunikan batik ini terletak pada pemanfaatan limbah getah gambir sebagai bahan pewarna alami.

Inovasi tersebut menjadikan batik Gambo tidak hanya memiliki nilai estetika dan identitas budaya daerah, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.

Identitas Budaya Daerah Batik Gambo menjadi salah satu kekayaan budaya dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.
Inovasi Ramah Lingkungan Pemanfaatan limbah getah gambir sebagai bahan pewarna alami memberikan keunikan tersendiri pada produk batik Gambo.

Memperluas Pengenalan Potensi Lokal Musi Banyuasin

Kehadiran Fatmawati dan Yosa Meriza dalam rombongan Kanwil Kemenag Sumsel menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal Musi Banyuasin kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui stand pameran tersebut, batik Gambo diperkenalkan sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai budaya, kreativitas, serta peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Partisipasi ini juga menjadi pengalaman berharga bagi keduanya untuk mengenal lebih jauh perkembangan ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi umat, dan peluang pengembangan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

IES 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Ekonomi Syariah

IES 2026 mengangkat tema “Meeting Point Ekonomi Syariah Indonesia” dan menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, UMKM, lembaga keuangan syariah, hingga masyarakat. Berbagai agenda pameran dan forum edukatif dihadirkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta membuka peluang kolaborasi antardaerah.

Peran Madrasah dalam Mendukung Potensi Daerah

Keikutsertaan unsur DWP dan tenaga pendidik MAN 1 Muba dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa madrasah dapat mengambil peran dalam mendukung promosi potensi daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.

Batik Gambo Diharapkan Semakin Dikenal Luas

Melalui momentum IES 2026, diharapkan batik Gambo semakin dikenal luas sebagai identitas kebanggaan Musi Banyuasin sekaligus produk ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pengenalan batik Gambo di ajang nasional menjadi salah satu langkah untuk memperluas apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Musi Banyuasin.

MAN 1 MUSI BANYUASIN
Dokumentasi & Publikasi: TSJMANSAMUBA
Share