Padukan Budaya dan Sains, Siswa MAN 1 Muba Kembangkan Motif Batik Gambo pada Pelatihan Pembuatan Batik Gambo
Belajar melestarikan warisan budaya lokal melalui kreativitas, keterampilan, dan inspirasi ilmu pengetahuan sains.
SEKAYU, MANSA MUBA — SELASA, 27 OKTOBER 2026
Pelatihan hari kedua diikuti oleh peserta didik kelas X.E hingga X.H. Multi Sudarso selaku ketua panitia, bersama para guru pendamping, perajin kain Gambo, serta perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, turut membimbing peserta didik selama kegiatan berlangsung.
Pelatihan dan Tahapan Pembuatan Kain Gambo
Dalam keterangannya, Multi Sudarso menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan selama dua hari. Setelah mengikuti pelatihan, peserta didik melanjutkan proses pembuatan kain Gambo melalui beberapa tahapan, mulai dari pembuatan motif, pencelupan kain, hingga penyelesaian akhir (finishing). Seluruh rangkaian proses tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu minggu.
Peserta didik tidak hanya mengenal kain Gambo sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga berlatih memahami proses kreatif di balik pembuatannya, dari menggambar pola hingga tahap penyelesaian kain.
Motif Gambo Terinspirasi dari Rumus Kimia
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah pengembangan motif batik Gambo yang terinspirasi dari rumus-rumus kimia, seperti air (H₂O), benzena, dan metana (CH₄). Desain tersebut dikembangkan bersama para guru dengan memadukan unsur budaya lokal dan ilmu pengetahuan sains sehingga menghasilkan motif yang unik dan kreatif.
Inspirasi Sains dalam Motif Gambo
Rumus kimia menjadi inspirasi kreatif untuk menghubungkan pembelajaran sains dengan seni dan budaya lokal.
Praktik Menggambar Pola dan Teknik Jumputan
Dalam pelaksanaannya, peserta didik memulai praktik dengan menggambar pola berdasarkan desain yang telah disediakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin. Selanjutnya, peserta didik menjahit kain mengikuti pola yang telah dibuat, kemudian menerapkan teknik jumputan pada bagian-bagian kain sesuai desain.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, peserta didik akan melanjutkan proses pewarnaan dan penyelesaian akhir kain sesuai jadwal yang telah ditentukan.
- Menggambar pola Peserta didik menggambar pola berdasarkan desain yang disediakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.
- Menjahit kain mengikuti pola Kain dijahit mengikuti pola yang telah dibuat sebagai bagian dari proses pengerjaan.
- Menerapkan teknik jumputan Peserta didik menerapkan teknik jumputan pada bagian-bagian kain sesuai desain.
- Pewarnaan dan finishing Proses pewarnaan dan penyelesaian akhir kain dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menumbuhkan Kreativitas dan Kebanggaan terhadap Budaya Daerah
Melalui kegiatan kokurikuler ini, MAN 1 Musi Banyuasin berupaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik agar lebih memahami proses pembuatan batik Gambo, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Budaya Terjaga, Kreativitas Berkembang
Pelatihan pembuatan batik Gambo menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal tradisi daerah sekaligus mengembangkan gagasan kreatif. Perpaduan budaya lokal dan sains diharapkan memperkaya pengalaman belajar serta menumbuhkan kepedulian untuk menjaga warisan budaya Musi Banyuasin.

