Perkuat Kompetensi Guru MAN 1 Muba melalui Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Palembang
Penguatan Penelitian Tindakan Kelas dan Kurikulum Berbasis Cinta untuk mendukung pembelajaran yang reflektif, inovatif, dan humanis.
SEKAYU, MANSA MUBA — Kamis, 15 Oktober 2026
Dua Materi Utama untuk Penguatan Guru
Dalam kegiatan tersebut, dua materi utama disampaikan oleh akademisi Universitas PGRI Palembang. Mahasir menyampaikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan Pahlawan membahas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Refleksi pembelajaran, identifikasi masalah, tindakan perbaikan, dan evaluasi secara sistematis.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap perbedaan, dan pendekatan humanis dalam pendidikan.
Materi Penelitian Tindakan Kelas memberikan penguatan kepada guru mengenai pentingnya melakukan refleksi dan penelitian secara sistematis untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran, menentukan tindakan perbaikan, serta mengevaluasi hasilnya. Dengan demikian, guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik.
Sementara itu, materi Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap perbedaan, dan pendekatan humanis dalam pendidikan. Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, membangun hubungan positif antara guru dan siswa, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Sambutan Kepala Madrasah
Kepala MAN 1 Musi Banyuasin, Muhammad Yamin menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Palembang tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini karena memberikan kesempatan kepada guru-guru MAN 1 Musi Banyuasin untuk memperkuat kompetensi profesional sekaligus memperkaya pendekatan dalam mendidik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata, baik dalam perbaikan proses pembelajaran maupun dalam membangun lingkungan madrasah yang lebih humanis,” ungkapnya.Muhammad Yamin · Kepala MAN 1 Musi Banyuasin
Tanggapan Peserta Kegiatan
Salah seorang guru MAN 1 Musi Banyuasin yang menjadi peserta kegiatan menilai kedua materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan praktik pembelajaran sehari-hari.
“Materi PTK membantu kami memahami pentingnya mengevaluasi dan memperbaiki pembelajaran secara terencana. Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari bagaimana kami mendampingi dan membangun karakter peserta didik,” tuturnya.
Penegasan dari Akademisi Universitas PGRI Palembang
Dari pihak Universitas PGRI Palembang, Mahasir menekankan bahwa Penelitian Tindakan Kelas dapat menjadi sarana bagi guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran melalui proses identifikasi masalah, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Dr. Pahlawan, MA. menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam tindakan nyata di ruang kelas, mulai dari komunikasi yang santun, sikap menghargai, hingga pendampingan yang memperhatikan kebutuhan dan potensi setiap peserta didik.
Penguatan kompetensi guru melalui PTK dan Kurikulum Berbasis Cinta mendorong perhatian pada perbaikan proses pembelajaran sekaligus perkembangan karakter peserta didik.
Kolaborasi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi wujud kontribusi Universitas PGRI Palembang dalam mendukung pengembangan kompetensi guru melalui pendampingan dan berbagi pengetahuan di lingkungan madrasah. Bagi MAN 1 Musi Banyuasin, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang reflektif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan terjalin hubungan kolaboratif yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

